RRI.CO.ID, Sanggau – Festival Budaya Sabang Merah dinilai tidak hanya menjadi ruang pelestarian budaya, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat Kabupaten Sanggau. Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena menyebut keberadaan stan kuliner, makanan khas dan aksesoris dari berbagai paguyuban menjadi bagian dari potensi ekonomi yang dapat dikembangkan.
“Ini menggerakkan ekonomi yang ke depan tentunya bisa lebih meriah dan menjadi salah satu agenda tahunan dari ikon pariwisata kita,” kata Wabup Susana Herpena di Taman Aronk Belopa Sanggau, Sabtu 24 Oktober 2026.
Wabup Susana menilai, keterlibatan berbagai paguyuban dalam festival membuka kesempatan untuk memperkenalkan produk dan kuliner khas kepada masyarakat luas. Keberagaman sajian tersebut juga menjadi daya tarik bagi pengunjung yang ingin mengenal kekhasan masing-masing paguyuban.
“Banyak sekali yang berdampak, bukan hanya di sini kita lihat ada makanan, ada aksesoris, kuliner-kuliner juga. Artinya luar biasa,” ungkapnya.
Menurut Susana, pengembangan Festival Budaya Sabang Merah berpotensi memperluas manfaat kegiatan bagi masyarakat sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata daerah. Pemerintah Kabupaten Sanggau mendorong festival tersebut menjadi agenda tahunan yang dikemas lebih meriah agar semakin banyak pengunjung datang.
“Sehingga keluarga dari mana aja bisa berkunjung,” ujarnya.
Ia berharap, Festival Budaya Sabang Merah menjadi kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memperluas pemasaran produk sekaligus menjangkau konsumen dari berbagai daerah. Kehadiran pengunjung selama festival diharapkan dapat meningkatkan penjualan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat yang terlibat.
