RRI.CO.ID, Sanggau - Festival Paradje Sanggau menjadi salah satu wadah untuk memperkenalkan dan melestarikan kekayaan budaya Melayu di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Melalui pemilihan Ina’ Sanggau 2026, generasi muda diharapkan mampu memahami makna budaya sekaligus berperan aktif dalam menjaga warisan tradisi daerah.
Pengurus Ina’ Sanggau 2026, Raisya Putri Bharka, mengatakan sebutan Ina’ dalam konteks bahasa Melayu Sanggau memiliki makna perempuan. Namun, baginya, sebutan tersebut bukan sekadar panggilan atau gelar yang disandang, melainkan memiliki tanggung jawab untuk mengenalkan budaya Melayu Sanggau kepada masyarakat luas.
“Bagi saya, Ina’ itu bukan hanya sebuah panggilan, tetapi ada tanggung jawab untuk mengenalkan budaya-budaya Sanggau,” kata Raisya pada program Sore Ceria Pro2 RRI Sanggau Kamis 22 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, gelar Ina’ Sanggau menjadi amanah untuk merepresentasikan dan melambangkan identitas budaya Melayu Sanggau. Melalui peran tersebut, dirinya berupaya memperkenalkan beragam tradisi dan nilai budaya daerah agar semakin dikenal, khususnya oleh generasi muda.
Raisya mengungkapkan, kedua orang tuanya bersuku Melayu sehingga dirinya telah mengenal dan mempelajari berbagai aspek budaya Melayu sebelum mengikuti kegiatan pemilihan Ina’ Sanggau. Bekal tersebut menjadi modal penting dalam memahami nilai-nilai budaya yang harus dibawa dan diperkenalkan melalui gelar yang disandangnya.
“Karena kedua orang tua saya bersuku Melayu, saya sudah lebih dahulu mengenal dan mendalami budaya Melayu sebelum mengikuti kegiatan ini,” ungkapnya.
Tambahnya, proses pembelajaran mengenai budaya Melayu telah dimulai jauh sebelum dirinya mengikuti kegiatan pemilihan Ina’ Sanggau. Latar belakang keluarga menjadi salah satu faktor yang membuatnya dekat dengan kebudayaan tersebut sejak dini.
“Melalui gelar Ina’ Sanggau, saya ingin ikut menjaga dan memperkenalkan budaya Melayu kepada generasi muda agar warisan leluhur tetap dikenal dan tidak dilupakan,” ucapnya.
Bagi Raisya, gelar Ina’ Sanggau 2026 tidak hanya menjadi sebuah pencapaian pribadi, tetapi juga kesempatan untuk memperluas pengetahuan dan memperkenalkan identitas budaya Melayu Sanggau kepada masyarakat. Ia berharap, keterlibatan generasi muda dalam Festival Paradje dapat memperkuat kecintaan terhadap budaya daerah sekaligus menjaga kelestariannya agar tetap dikenal oleh generasi mendatang.
